Kesehatan

Tips Olahraga Yang Bermanfaat Bagi Pasien Diabetes


Bagi penderita diabetes, melakukan aktivitas fisik atau olahraga merupakah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatannya. Olahraga teratur membantu penderita diabetes, atau diabetesi, untuk menurunkan berat badan, kadar kolesterol, trigriserida, meningkatkan imunitas, hingga menurunkan kadar gula darah.

Diabetes dapat dibagi menjadi Tipe 1 dan Tipe 2, dimana Diabetes Tipe 1 terjadi akibat destruksi sel beta pancreas sehingga menyebabkan defisiensi insulin. Diabetes Tipe 2 terjadi akibat kehilangan progresif sekresi insulin dan resistensi insulin sehingga 90-95%. Kondisi pradiabetes didiagnosa ketika kadar gula darah di atas batas normal namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes.

Banyaknya mitos yang beredar seputar olahraga bagi penderita diabetes juga seringkali menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasien ragu untuk memulai. Sebelum kita mulai berbagi tips, mari kita bedah terlebih dahulu mitos dan fakta tentang olahraga dan diabetes.

Mitos Atau Fakta

  1. Apa benar olahraga dapat mengurangi resiko diabetes?

  2. Pernyataan tersebut itu adalah fakta. Bersumber dari artikel “Diabetes in Sports” ditemukan bahwa olahraga atau aktivitas fisik dapat memperbaiki metabolisme glukosa dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Bahkan untuk pasien dengan kondisi pre-diabetes yang enggan minum obat, modifikasi gaya hidup merupakan cara yang efektif untuk mengurangi resiko diabetes.


  3. Apakah benar pasien diabetes dengan insulin tidak boleh berolahraga?

  4. Ternyata itu mitos. Benar bahwa pasien dengan insulin memerlukan penanganan yang lebih kompleks sebelum memulai olahraga. Namun faktanya, banyak sekali atlit olahraga yang tetap berpartisipasi dalam ajang olahraga internasional, contohnya Gary Hall Jr (perenang olympic), Billie Jean King (atlit tenis), Earl Moore (atlit basket NBA). Mereka mengatakan bahwa diabetes bukan merupakan halangan bagi mereka, pengaturan obat dan pola makan yang sehat merupakan kunci penting sebelum berolahraga.


  5. Sebelum berolahraga, harus makan dulu supaya tidak pingsan.

  6. Faktanya apabila kita makan dalam 1-3 jam sebelum berolahraga, suhu inti tubuh kita bertambah. Metabolisme tubuh kita juga bertambah sehingga justru dapat mempengaruhi tubuh secara negatif. Usahakan untuk makan minimal satu jam sebelum Anda berencana untuk berolahraga.


  7. Olahraga hanya untuk orang yang gemuk saja.

  8. Tidak hanya orang gemuk yang beresiko terkena diabetes. Kurangnya aktivitas fisik maupun pola makan yang dikonsumsi berperan cukup penting dalam pencegahan penyakit diabetes. Aktivitas fisik itu penting bagi orang yang gemuk atau kurus.


    Banyak orang yang beralasan “tidak ada waktu olahraga”. Untuk yang satu ini, trik yang bisa diimplementasikan adalah dengan mengintegrasikan olahraga ke dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya, yang biasa naik lift bisa menggantinya dengan naik dan turun tangga, atau yang biasanya ke pasar dengan motor bisa diganti dengan berjalan kaki atau bersepeda.

    Usahakan olahraga 3 sampai 5 kali seminggu untuk mendapatkan manfaat maksimal.


Diabetes dan Olahraga

Jenis olahraga apa saja yang cocok bagi penderita diabetes?

  1. Olahraga Tipe Aerobik

  2. Jenis olahraga ini melibatkan gerakan yang bersifat kontinu dan berulang dari otot otot besar. Olahraga tipe aerobik secara umum dapat mengurangi resistensi insulin, memperbaiki fungsi paru, meningkatkan curah jantung dan imunitas tubuh.

    Pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (spesifik), olahraga aerobik mengurangi kadar Hba1c, trigliseride, tekanan darah dan resistensi insulin. High Intensity interval training (HIIT) dapat mempercepat kemampuan kapasitas oksidasi di otot sehingga dapat meningkatkan performa pembuluh darah.


  3. Olahraga Tipe Resisten atau Kekuatan


  4. Olahraga ini menggunakan free weight, body weight, weight machines atau elastic resistance bands. Contoh: plank, dumbbell, barbell, dead weight, dan lain-lain. Olahraga tipe resisten dapat meningkatkan massa otot, komposisi tubuh, kekuatan dan fungsi fisik, kesehatan mental, densitas tulang, sensitivitas insulin, tekanan darah, profil lipid dan kesehatan kardiovaskular.

    Meskipun mekanisme pastinya belum jelas, olahraga tipe ini dapat mengurangi resiko hipoglikemia pada diabetes Tipe 1. Untuk pasien Diabetes Mellitus Tipe 2, studi menunjukkan adanya perbaikan dalam kontrol kadar glukosa, resistensi insulin, massa lemak, tekanan darah, kekuatan dan massa tubuh diluar lemak.


  5. Olahraga Tipe Fleksibilitias

  6. Sering berolahraga tipe fleksibilitas dapat memperbaiki rentang gerak sekitar sendi.


  7. Olahraga Tipe Keseimbangan

  8. Menjaga keseimbangan badan dapat memperbaiki gaya berjalan dan mengurangi resiko jatuh.

    Olahraga jenis Fleksibilitas dan Keseimbangan umumnya merupakan bagian penting bagi kaum lansia dengan diabetes. Mobilitas gerakan sendi yang terbatas umumnya timbul akibat pembentukan formasi dan kumpulan produk akhir glikasi yang dipercepat oleh hiperglikemia. Perenggangan meningkat rentang gerak di sekitar sendi dan fleksibilitas namun tidak mempengaruhi kontrol glukosa.


    Di sisi lain, pelatihan keseimbangan dapat mengurangi resiko jatuh karena meningkatkan keseimbangan dan gaya berjalan bahkan ketika terdapat gangguan saraf perifer.


    Rekomendasi Olahraga untuk Pasien Diabetes Tipe 2

    American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan beberapa tips berolahraga yang baik bagi pasien Diabetes Tipe 2.

    1. Disarankan untuk olahraga harian, atau setidaknya hanya terlewatkan 2 hari saja diantara sesi latihan, untuk meningkatkan aksi insulin.

    2. Orang dewasa dengan Diabetes Tipe 2 wajib melakikan latihan aerobic dan latihan resistensi untuk mengontrol glukosa dan mencapai kesehatan yang lebih optimal.

    3. Anak-anak dan remaja dengan tDiabetes Mellitus Tipe 2 harus didorong untuk memenuhi tujuan aktivitas fisik yang sama dengan aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk anak-anak dan remaja tanpa diabetes.

    4. Intervensi gaya hidup terstruktur meliputi aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu dan/atau penurunan berat badan hingga 5-7% dari yang direkomendasikan akan bermanfaat mencegah atau menunda timbulnya diabetes pada populasi dengan resiko tinggi atau kondisi pradiabetes.

Pemilihan jenis olahraga yg tepat untuk setiap orang bervariasi tergantung dengan kondisi fisik, tipe diabetes, obat-obat diabetes yang dikonsumsi, dan limitasi aktivitas fisik akibat luka atau komplikasi lainnya.


  • Usahakan untuk melakukan pemanasan 5-10 menit sebelum melakukan aktifitas fisik pilihan.

  • Mengetahui gejala hipo dan hiperglikemia sehingga dapat mencegah efek yang tidak diharapkan.

  • Apabila memungkinkan, periksa kadar gula darah secara teratur pre-olahraga dan post-olahraga. Izin medis pre olahraga tidak diperlukan untuk aktivitas intensitas ringan seperti berjalan santai.

  • Usahakan olahraga teratur (4 hingga 5 kali per minggu) dengan total durasi 150 min pada awal dan bertingkat secara perlahan.

  • Usahakan hanya konsumsi air dalam 1 jam setelah selesai berolahraga. Pasien Diabetes Mellitus Tipe 1 yang insulin-dependen dapat mengkonsumsi tambahan karbohidrat 1,2 - 1,5 gr/kgbb selama 1-4 jam pertama untuk memproduksi cukup glikogen

  • Pasien lansia dianjurkan untuk latihan fleksibilitas dan keseimbangan sebanyak 2-3 kali per minggu. Yoga atau Taichi dapat menjadi pilihan yang cocok sesuai dengan preferensi individu untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot dan keseimbangan.

Manfaat Laminine Bagi Pasien Diabetes


  • Dengan konsumsi Laminine 2 x 2 sehari dapat menurunkan kadar Hba1c hingga 0,8% saat dikombinasikan dengan konsumsi obat diabetes (Andujar, MD; Clinical study of Laminine,
    PDR 2018
    )

  • Laminine membantu memperbaiki sel-sel pembuluh darah dan membantu mencegah pembentukan plak aterosklerosis sehingga sirkulasi darah lebih baik

  • Laminine membantu memperbaiki sel-sel saraf yang rusak akibat aliran darah yang tidak lancar.

  • Laminine membantu meregenerasi sel-sel kulit yang rusak sehingga penyembuhan luka lebih cepat, ini sangat bermanfaat karena pada diabetes sering terjadi gangguan saraf perifer dan berakibat anggota gerak ps diabetes rentan terhadap luka.

  • Laminine membantu memperbaiki sel-sel pembuluh darah kecil di retina sehingga sirkulasi darah di retina lebih baik dan penglihatan membaik.