Kesehatan

Pinggang dan Punggung Sering Nyeri? Jangan Disepelekan!


Anda menderita nyeri pinggang? Anda tidak sendirian. Menurut penelitian yang dilakukan di USA pada pria dan wanita usia 30 hingga 40 tahun, ditemukan bahwa 1 dari 4 orang usia kerja menderita penyakit pinggang. Pria dan wanita dengan ratio yang sama terpengaruh oleh nyeri pinggang yang dapat berkisar pada intensitas dari rasa sakit yang konstan dan tumpul hingga sensasi tajam yang datang tiba-tiba sehingga mengganggu aktifitas personal tersebut.

Rasa sakit bisa saja mulai secara tiba-tiba sebagai akibat dari kecelakaan atau cedera dari mengangkat sesuatu yang berat, atau bisa saja berkembang seiring waktu karena perubahan yang berkaitan dengan usia tulang belakang. Gaya hidup kota juga dapat berpengaruh dalam masalah nyeri pinggang, terutama ketika rutinitas olah raga minim di hari kerja dan terlalu berat di akhir pekan.

Kebanyakan nyeri pinggang bersifat akut, atau jangka pendek. Nyeri pinggang akut berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Nyeri akut cenderung membaik sendiri dan tidak ada sisa fungsi yang hilang. Mayoritas nyeri pinggang akut bersifat mekanis, artinya ada gangguan dalam cara komponen-komponen punggung (tulang belakang, otot, diskus interverteralis, dan saraf) saling cocok dan bergerak.

Struktur Yang Membentuk Tubuh Bagian Belakang

Punggung bawah, dimana sebagian besar nyeri pinggang terjadi, meliputi lima vertebra (disebut sebagai L1 – L5) di daerah lumbar, bertugas menopang berat dari tubuh bagian atas. Ruang di antara tulang belakang ditumpu oleh bantalan elastis bundar yang disebut cakram intervetebralis yang bertindak sebagai “shock breaker” di seluruh kolom tulang belakang dan melindungi tulang saat tubuh bergerak. Pita jaringan yang dikenal sebagai ligamen menahan vertebra pada tempatnya dan tendon menempelkan otot ke tulang belakang. Tiga puluh satu pasang saraf berakar ke sumsum tulang belakang dan mereka mengedalikan gerakan tubuh dan mengirim sinyal dari tuhuh ke otak.

Faktor Risiko Nyeri Pinggang


Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena nyeri pinggang, termasuk:

  1. Usia
  2. Serangan pertama nyeri pinggang biasanya terjadi antara usia 30 hingga 50 tahun. Nyeri pinggang menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Hilangnya kekuatan tulang akibat osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang dan elastisitas otot dan tonus pun berkurang.

  3. Tingkat Kebugaran
  4. Nyeri punggung lebih sering terjadi pada orang yang tidak sehat secara fisik. Otot punggung dan perut yang lemah mungkin tidak dapat menopang tulang belakang dengan baik. “Prajurit Akhir Pekan” – orang yang sering keluar dan berolahraga setelah tidak aktif sepanjang minggu – lebih cenderung menderita cedera punggung daripada orang yang menjadikan aktivitas fisik moderat sebagai kebiasaan sehari-hari.

  5. Kehamilan
  6. Kehamilan umumnya disertai dengan nyeri pinggang, karena perubahan panggul dan beban berat. Gejala pada punggung dan pinggang hampir selalu sembuh setelah melahirkan.

  7. Pertambahan Berat Badan
  8. Kelebihan berat badan, obesitas, atau bertambahnya berat badan dengan cepat dapat menambah stres pada punggung dan menyebabkan nyeri di punggung bagian bawah.

  9. Genetika
  10. Beberapa jenis penyebab nyeri pinggang, seperti ankylosing spondylitis, suatu bentuk radang sandi yang melibatkan fusi sendi tulang belakang dan menyebabkan beberapa imobilitas tulang belakang, juga mengandungi komponen genetik.

  11. Faktor-Faktor Risiko Pekerjaan
  12. Pekerjaan yang melibatkan gerakan mengangkat, mendorong atau menarik beban berat, terutama jika melibatkan perputaran atau penggetaran tulang belakang, dapat menyebabkan cedera dan sakit punggung.

  13. Faktor Kesehatan Mental
  14. Masalah kesehatan mental seperti rasa cemas berlebih dan depresi dapat mempengaruhi fokus seseorang pada rasa nyeri mereka serta persepsi mereka tentang tingkat keseriusannya. Stres dapat mempengaruhi tubuh dimana, salah satunya menyebabkan ketegangan otot.

  15. Ransel Yang Terlalu Berat Pada Anak-Anak
  16. Ransel yang penuh dengan buku dan alat tulis sekolah dapat membebani punggung dan menyebabkan kelelahan otot. American Acedemy of Orthopaedic Surgeons merekomendasikan agar tas ransel anak hanya berberat 15-20 persen dari total berat badan anak.


Penyebab Mekanis Nyeri Pinggang


  1. Terkilir dan Strain
  2. Faktor ini adalah penyebab sebagian besar sakit punggung akut. Terkilir disebabkan oleh peregangan ligamen atau robekan pada ligamen. Strain adalah robekan pada tendon atau otot. Keduanya dapat terjadi karena terpuntir atau mengangkat sesuatu secara tidak benar, mengangkat sesuatu yang terlalu berat, atau merengang berlebihan. Gerakan seperti itu juga dapat memicu spasme pada otot punggung yang juga bisa terasa menyakitkan.

  3. Degenerasi Cakram Intervertebralis
  4. Penyebab mekanis paling umum nyeri punggung bawah. Hal ini terjadi ketika cakram-cakram yang biasanya elastis kehilangan integritas sebagai bagian proses penuaan yang normal. Pada pinggang yang sehat, cakram intervertebralis memberikan tinggi badan dan memungkinkan penekukan.

  5. Radikulopati
  6. Suatu kondisi yang disebabkan oleh kompresi, peradagan dan/atau cedera pada akar saraf tulang belakang. Tekanan pada akar saraf menghasilkan rasa sakit, mati rasa, atau sensasi kesemutan yang merambat ke area lain dari tubuh yang terhubung dengan saraf itu. Radikulopati terjadi ketika stenosis spinalis atau diskus yang menagalami hernia atau rupture lalu menekan ke saraf.

  7. Nyeri Sciatica
  8. Bentuk nyeri akar saraf yang disebabkan oleh kompresi saraf sciatica, saraf besar yang bergerak melalui bokong dan meluas ke bagian belakang kaki. Kompresi ini menyebabkan rasa sakit punggung bawah seperti kejut atau terbakar yang menjalar dari pinggul, bokong lalu turun ke kaki.

  9. Spondylolisthesis
  10. Suatu kondisi di mana vertebra tulang belakang bagian bawah terlepas dari tempatnya, menjepit saraf yang keluar dari tulang belakang.

  11. Cedera Traumatis
  12. Melakukan olahraga, kecelakaan mobil, atau cedera jatuh dapat melukai tendon, ligamen atau otot yang mengakibatkan nyeri punggung bawah. Cedera traumatis juga dapat menyebabkan tulang belakang menjadi terkompresi, yang dapat menyebabkan diskus intervertebralis pecah atau mengalami herniasi, memberikan tekanan pada saraf yang berakar pada sumsum tulang belakang. Ketika saraf tulang belakang menjadi terkompresi dan teriritasi, nyeri punggung dan linu panggul dapat terjadi.

  13. Stenosis Tulang Belakang
  14. Penyempitan kolom tulang belakang yang memberikan tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit atau mati rasa dengan berjalan. Seiring waktu menyebabkan kelemahan kaki dan kehilangan sensasi tungkai.



Bagaimana peran suplemen untuk nyeri pinggang ?

Nyeri pinggang tentu dapat menjadi momok bagi beberapa orang, banyak cara yang tentunya dapat diusahakan untuk mengurangi nyeri seperti tips tips diatas. Bagi beberapa orang, suplemen membantu mengurangi nyeri karena bermanfaat menambah energi, mengurangi stress hingga mempengaruhi respons imun. Di Lifepharm, suplemen kami telah melalui uji klinis dan uji standar bahan baku sehingga anda dapat mengonsumsinya dengan aman. Suplemen apa yang dapat membantu anda? Berikut adalah dua suplemen kami yang sudah terbukti bermanfaat bagi banyak orang.


Laminine

Laminine merupakan formula unik Lifepharm yang mengandung ekstrak telur yang difertilisasi, dimana kadar protein dan faktor pertumbuhannya paling tinggi. Dan salah satu faktor pertumbuhan yang ditemukan adalah FGF. FGF adalah faktor pertumbuhan yang berperan penting dalam proses pembentukan saraf, pembuluh darah, penyembuhan luka dan diketahui dapat merangsang aktifitas sel induk dewasa. FGF ini mengurangi nyeri pinggang anda karena merangsang aktifitas sel induk dan sebagai anti inflamasi alami mengurangi proses radang yang seringkali menjadi penyebab nyeri pinggang. Laminine juga mengandung 22 asam amino essensial, sebagai bagian terkecil protein yang langsung dapat digunakan tubuh untuk proses perbaikan dan regenerasi sel baru.

Omega3+

Omega3+ adalah rangkaian formula berbahan dasar ekstrak telur yg difertilisasi, dimana Omega 3+ mengandung asam lemak omega 3 yang dipercaya mampu mengendalikan reaksi imun dalam tubuh sehingga mengurangi nyeri pinggang. . Omega 3+ juga mengandung omega 3,6,9 yang berfungsi menyeimbangkan kadar kolesterol dalam tubuh dimana kadar kolesterol yang tinggi dpt menyebabkan berbagai nyeri otot. Omega 3+ juga mengandung Vitamin K2 yang bermanfaat mengatur kalsium berlebih dalam darah ke tulang yang menyusun kerangka tubuh. Terakhir, Omega 3+ memiliki kandungan CoQ10, antioksidan kuat yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai radikal bebas.