Kesehatan

Laminine dan Fungsi Stem Cell


Apa itu Stem Cell

Stem cells (Sel induk, sel punca) adalah sel manusia yang memiliki kemampuan khusus untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda, dari sel otot hingga sel otak. Dalam beberapa kasus, mereka juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Sel induk dapat ditemukan sepanjang perkembangan dari zygote hingga dewasa; Namun, potensi sel punca berbanding terbalik dengan tahap diferensiasinya. Dengan demikian, sel punca yang diisolasi dari embrio atau blastokista menunjukkan plastisitas terbesar dan memiliki potensi untuk menghasilkan semua jenis sel. Sebaliknya, sel-sel induk yang diisolasi dari sel dewasa lebih terbatas dan biasanya hanya dapat menghasilkan komponen sel dari jenis jaringan tempat mereka diisolasi.

Jenis Stem Cell Dewasa

Sel-sel induk dewasa melindungi tubuh dengan reservoir dimana jaringan yang rusak atau habis dapat diperbaiki atau dibuat kembali.

Ada dua jenis sel induk dewasa:

  1. Jenis yang pertama berasal dari jaringan yang berkembang penuh, seperti otak, kulit, dan sumsum tulang. Hanya ada sedikit sel punca dalam jaringan ini, dan mereka cenderung hanya menghasilkan tipe sel tertentu. Misalnya, sel induk yang berasal dari hati hanya akan menghasilkan lebih banyak sel hati.


  2. Jenis kedua adalah sel induk pluripotent /berpotensi majemuk. Ini merupakan sel induk dewasa yang telah dimanipulasi di laboratorium untuk mengambil karakteristik pluripoten sel induk embrionik.


Para ilmuwan pertama kali melaporkan bahwa sel punca manusia dapat diprogram ulang dengan cara ini pada tahun 2006. Meskipun sel punca pluripotent yang diinduksi tampaknya tidak berbeda secara klinis dari sel punca embrionik, para ilmuwan belum menemukan satu yang dapat berkembang menjadi semua jenis sel dan jaringan.

Sel induk penting bagi organisme hidup karena berbagai alasan. Dalam embrio berusia 3 hingga 5 hari, yang disebut blastokista, sel-sel induk berfungsi dalam pematangan seluruh tubuh organisme, termasuk semua jenis sel dan organ khusus seperti jantung, paru-paru, kulit, sperma, telur dan jaringan lainnya. Dalam beberapa jaringan dewasa, seperti sumsum tulang, otot, dan otak, populasi sel induk dewasa yang terpisah menghasilkan penggantian sel yang hilang melalui penggunaan normal, cedera, atau penyakit.


Apa Yang Terjadi Pada Stem Cell Dewasa?

Tergantung dari lokasi tubuh, sel induk dewasa bervariasi dalam bentuk jumlah dan usia. Pada bagian tubuh yang sering terganti seperti darah dan kulit, sel induk terdapat dalam jumlah yang lebih banyak. Sayang nya secara umum seiring usia bertambah, jumlah sel induk dewasa berkurang terus menerus.

Masih banyak teori yang berkembang tentang apa yang terjadi pada sel induk dewasa, namun dianggap bahwa alasan dorman dan berkurangnya jumlah sel induk terjadi karena organ tubuh dewasa telah berkembang sempurna.

Meskipun sel induk memiliki potensi tinggi untuk berkembang biak, mereka tidak aktif dalam hal siklus sel, kemungkinan besar untuk mencegah kelelahan mereka sendiri dan untuk melindungi diri dari kemungkinan terjadinya mutasi sel dan potensi menimbulkan tumor. Fase dorman/ non aktif dari sel induk adalah mekanisme yang dilestarikan melalui evolusi.


Stem Cell Booster

Aktivitas stem cell atau sel induk ditentukan oleh kebutuhan jaringan untuk memperbarui diri dan melestarikan diri. Terdapat suatu teori dimana aktivitas stem cell dipengaruhi oleh berbagai gen yang berfungsi mengatur “on and off” dari ekspresi sel tersebut.

Booster atau activator menurut teori tersebut, berperan dalam ekspresi gen sehingga tubuh dapat mengaktifkan sel induk dewasa di bagian yang dibutuhkan. Contoh pada pasien diabetes, dimana hormon insulin dan organ pankreas mengalami gangguan, booster/ activator stem cell ini diharapkan bekerja merangsang sel induk dewasa untuk diproduksi lebih menjadi sel pankreas dan merangsang produksi hormon.


Laminine & Stem Cell

Lalu bagaimana Laminine membantu sel induk dalam tubuh manusia dewasa? Laminine tidak dijual sebagai obat stem cell atau terapi stem cell. Terapi stem cell merupakan wacana yang umumnya menghabiskan biaya yang besar dan metode yang tepat. Laminine mengandung ekstrak telur unggas yang difertilisasi dimana dengan metode dan waktu pengambilan spesifik, mengandung FGF atau gen yang berperan dalam berbagai proses pembelahan tubuh.

FGF atau Fibroblast Growth Factor merupakan faktor pertumbuhan yang banyak diteliti sebagai suatu terobosan baru. Pada beberapa studi dengan hewan percobaan, ekspresi FGF meningkatkan aktivitas sel induk dimana perbaikan dan regenerasi terjadi. Penelitian juga menunjukkan bahwa sel induk tubuh merupakan target utama pensinyalan FGF pada homeostasis dan perbaikan jaringan (2) Contoh, pada percobaan dengan luka yang diberikan injeksi FGF, terdapat waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dgn plasebo.



Apa maknanya? Sebagai stem cell activator atau booster, Laminine bermanfaat mengaktifkan sel induk dewasa kita yang dorman sehingga mempercepat proses perbaikan dan regenerasi sel tubuh. Penelitian yang dilakukan terhadap eFGF ( eksternal/ embryonic FGF), dikatakan terdapat peningkatan faktor pertumbuhan lain setelah pemberian FGF2 pada regenerasi jaringan. (1) FGF juga mempromosikan proliferasi yang memperbaharui diri dan menghambat penuaan seluler di hampir semua jaringan yang diuji sampai saat ini.

Selain FGF , Laminine juga mengandung Telomerase, atau enzim yang melindungi telomere. Kromosom dalam DNA tubuh kita memiliki bagian “ekor” yang disebut dengan telomer. Telomer mengandung informasi genetik yang ditranslasi saat pembelahan sel terjadi. Seiring pembelahan sel, bagian paling akhir atau ekor ini terus mengalami pemendekan hingga suatu saat sel tidak dapat membelah kembali. Telomerase adalah enzim yang berfungsi membentuk kembali ekor tersebut . Telomer juga memendek seiring dengan usia, sehingga enzim telomerase (karena dapat mencegah pemendekan telomer ) dianggap sebagai salah satu wacana untuk menghambat proses penuaan.



(1) Dysregulated fibroblast growth factor (FGF) signaling in neurological and psychiatric disorders :Cortney A.Turner, Emine Eren-Kocak, etc ; 2017 May,01; Semin Cell Dev Biol

(2) Roles of FGF signaling in stem cell self-renewal, senescence and aging ;Coutu DL, Galipeau J; 2011, Oct 3; Stem cell Dynamics Research